Cara Menghitung Premi Asuransi Properti

Hunian yang kita miliki, merupakan aset yang sangat penting. Sudahkah kita mengasuransikan rumah? Atau masih ragu-ragu karena takut mahal ?

Properti = Rumah Tinggal

Seberapa banyak sih dari kita yang mengasuransikan rumah atau tempat usaha kita? Mungkin kita sering berpikir sudah beli atau bangun rumah mahal, harus bayar asuransi pula. Padahal jika terjadi sesuatu dengan properti kita seperti kebakaran atau kebanjiran, tentu akibatnya akan sangat fatal dan dengan kerugian yang besar.

Soal besar preminya, jangan takut mahal dulu. Yuk pelajari cara menghitungnya dari ilustrasi di bawah ini:

Nilai Rumah        : RP 100,000,000 (bangunan & isi)

Rate                       : 0.2194%

Premi                    : Rp 100,000,000 x 0.2194% = Rp 219,400

Selain perhitungan premi, perusahaan asuransi juga mempertimbangkan beberapa poin ini:

  • Perkembangan nilai properti: biasanya ini berhubungan dengan lokasi dan harga pasar properti.
  • Tingkat risiko kerusakan: misalnya rumah di daerah rawan banjir atau tidak.
  • Kualitas konstruksi bangunan: jika kualitas konstruksinya rendah maka berisiko mudah rusak, preminya pun jadi mahal.

Rumah yang kita tinggali merupakan bagian penting dalam hidup kita dan memiliki nilai investasi juga. Itulah mengapa perlindungan asuransi sangat penting, agar bisa meminimalisir kerugian.

Yang perlu diketahui, adalah meski namanya asuransi all risk namun tetap ada pengecualian yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi. Tanyakan lebih mendalam dengan agen asuransi properti Anda, dan pelajari polisnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Note: rate berbeda-beda dari setiap perusahaan asuransi

Rate Dalam Asuransi Properti

Rate merupakan suku premi per tahun. Contoh: Rate 0,0344, jika Nilai Pertanggungan rumah 1 miliar, berarti preminya 344 ribu setahun (jaminan dasar saja). Jika jaminan lengkap di zona 4, preminya 2,194 juta setahun.

Pembagian zona berdasarkan wilayah di Indonesia. Pada umumnya wilayah Banten dan Jakarta adalah zona 4. Wilayah Jawa Barat bervariasi antara zona 3 sd 5. 

FLTSEASFire, Lightning, Thunderbolt, Subterranean Fire, Explosion, Falling Aircraft, Smoke (Kebakaran, Kilat, Petir, Api di bawah tanah, Ledakan, Kejatuhan pesawat terbang, Asap).

RSMDRiot, Strike, Malicious Damage (Kerusuhan, Pemogokan, Perbuatan Jahat)

CCCivil Commotion (Huru-hara)

Flood: Banjir, termasuk di dalamnya badai, siklon, angin topan, kerusakan karena air, penurunan tanah, dan longsor.

EQVETEarth Quake, Vulcanic Eruption, Tsunami (Gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami).

Untuk pembagian zona wilayah indonesia selengkapnya bisa dilihat di : Surat Edaran OJK Tentang Tarif Premi Asuransi Harta Benda dan Kendaraan Bermotor

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *