Daftar Hitam Nasabah Asuransi Umum

daftar hitam nasabah

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membuat daftar hitam nasabah yang membuat klaim palsu.Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya fraud di bisnis asuransi karena banyaknya kasus klaim palsu yang merugikan perusahaan asuransi.

Direktur eksekutif AAUI Dody Dalimunthe mengatakan,pihaknya meminta kepada perusahaan anggota AAUI untuk melakukan cheking sebleum menerima nasabah.Langkah ini diykaini bisa mencegah orang-orang yang memiliki catatan hitam agar tidak diterima sebagai nasabah asuransi.Jika di Bank Indonesia (BI) ada SID (Sistem Informasi Debitur) maka kita juga punya catatan,,jika ada data tercantum dari otang-orang yang bermasalah ,maka akan ada peringatan kalau ia mempunyai catatan negatif

Beberapa kasus kecurangan klaim yang biasa terjadi di perusahaan asuransi adalah untuk asuransi perjalanan dan asuransi kendaraan. Biasanya mereka memanfaatkan kondisi tertentu untuk mengambil keuntungan dari perusahaan asuransi agar klaimnya bisa dibayarkan.

“Misalnya dia belanja di luar negeri, pura-pura kehilangan dan dia klaim ke asuransi. Dia bisa buat laporan palsu juga untuk klaim palsu. Bilang tasnya merek asli, padahal tidak. Mau dicek barangnya hilang,” jelas dia. Sementara modus lainnya adalah klaim kecelakaan kendaraan yang dilakukan dengan sengaja. Modusnya, si pemilik kendaraan yang curang menggunakan modus menciptakan kecelakaan dengan menabrakan mobil khusus untuk mobil yang diasuransikan. “Mereka ajukan klaim, untuk harga spare part yang mahal, tapi sebelumnya mereka ganti dulu dengan yang bekas. Ketika asuransi memeriksa maka klaim bisa keluar dan seluruh biaya diganti,” ungkapnya

Banyaknya fraud di asuransi membuat pertumbuhan penetrasi asuransi yang melambat. Tahun ini, penetrasi asuransi mengalami sedikit peningkatan sebesar 3,04 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya tumbuh 2,9 persen.

Fraud adalah : Tindakan ilegal yang melanggar ketentuan dalam polis asuransi yang dilakukan oleh tertanggung maupun penanggung, atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap asuransi, dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih di luar haknya sebagai salah satu pihak.

Sumber berita : Medcom.id


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *