Sudah Lanjut Usia,Apakah Masih Perlu Asuransi ?

Asuransi Lansia

Asuransi Untuk Lansia

Jika pertanyaan pada judul di atas diajukan kepada orang yang saat ini berusia 30-an tahun, dan dia memahami perencanaan keuangan, mungkin dia akan menjawab “tidak perlu”. Kenapa? Karena dia akan merencanakan keuangan dengan baik dan berinvestasi seoptimal mungkin sehingga pada usia tua (di atas 50 tahun), hartanya sudah cukup banyak dan dia tidak perlu lagi uang dari asuransi.

Tapi jika pertanyaan di atas diajukan kepada orang yang saat ini sudah berusia di atas 50-an, apa jawabannya? Saya memperkirakan setidaknya ada lima kemungkinan jawaban, tergantung kondisi yang bersangkutan:

1. Tidak Butuh

Jika si orang tua telah berinvestasi dengan baik semasa muda, dan kini aset-asetnya sudah bejibun, semua anaknya sudah mandiri, dan tidak lagi punya utang, maka dia tidak butuh asuransi jiwa. Yang dia butuhkan hanya asuransi kesehatan, atau sejumlah uang yang cukup untuk membayar biaya-biaya kesehatannya.

2. Butuh

Jika si orang tua tidak berinvestasi sejak muda, atau sekarang masih punya anak yang harus dinafkahi, atau utangnya belum lunas, maka dia masih butuh asuransi jiwa.

3. Perlu

Mungkin anak-anak sudah mandiri, tapi hidup mereka masih pas-pasan. Tempat tinggal masih ngontrak atau malah masih numpang. Ingin kredit rumah, DP-nya kemahalan. Dan melihat perkembangan karir mereka sekarang, sepertinya butuh waktu sangat lama bagi mereka untuk mengumpulkan uang kontan puluhan juta untuk bayar DP rumah, atau mungkin tidak akan kesampaian.

Si orang tua ingin sekali membantu anak-anaknya, tapi hartanya juga tidak banyak-banyak amat. Maka salah satu cara yang bisa dia tempuh adalah mengambil asuransi jiwa. Tepatnya asuransi jiwa yang bisa berlaku seumur hidup. Saya kira UP 100 juta atau 200 juta akan sangat berharga untuk anak-anaknya.

Dengan cara ini, walaupun ketika hidupnya si orang tua melihat anak-anaknya masih ngontrak, ia bisa memastikan anak-anaknya punya rumah ketika ia meninggal dunia.

4. Ingin

Jika si orang tua telah punya aset yang cukup, tidak lagi punya tanggungan dan utang, anak-anaknya juga sudah mandiri dan mapan, maka bisa saja dia mengambil asuransi jiwa atau mempertahankan asuransi jiwa yang telah dimilikinya.

Lalu untuk apa uang pertanggungannya?

Untuk disedekahkan.

Saya ingin menegaskan poin keempat ini. Marilah kita berpikir lebih jangka panjang, bervisi lebih akhirat. Uang pertanggungan asuransi jiwa, mungkin 1 miliar, 500 juta, atau hanya 100 juta, akan cukup besar nilainya jika disumbangkan. Pernahkah anda menyumbang uang sebesar itu untuk pembangunan masjid? Atau untuk panti asuhan? Atau untuk sebuah lembaga pendidikan? Atau untuk lembaga penelitian kanker? Atau untuk memodali seorang yang tengah merintis usaha keluar dari kemiskinan?

Dengan memiliki asuransi jiwa, kita bisa menyumbang uang sebesar yang bisa dilakukan orang-orang kaya dan dermawan. Asal tempat penyalurannya tepat, sedekah kita akan bernilai jariyah, yang pahalanya mengalir terus sampai hari kebangkitan. Semoga.

5. Tidak Bisa

Ada orang tua yang sebetulnya masih butuh asuransi jiwa; dia masih punya anak kecil, KPR belum lunas, dan anak yang paling tua pun belum mapan ekonominya.

Tapi asuransi jiwa bukan barang yang gampang dibeli siapa saja. Hanya orang-orang tertentu yang bisa memiliki asuransi jiwa, yaitu mereka yang sehat.

Jika orang yang sudah tua ini tidak sehat lagi fisiknya, walaupun punya uang dia tidak akan bisa beli asuransi jiwa.

Tabel Premi Untuk Lansia

Berikut adalah contoh perhitungan ASURANSI UNTUK LANSIA. Dengan klasifikasi asuransi jiwa dan asuransi 100 kondisi sakit kritis

Asuransi Untuk Orang Tua Tercinta

.10 SARAN, UNTUK ANDA YANG INGIN MEMBUATKAN ASURANSI UNTUK ORANG TUA TERCINTA :

  • Carilah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan orang tua, lihat riwayat medis nya, atau riwayat kesehatan keluarga terdekat, orang tuanya, adik dan kakak. Adakah riwayat penyakit tertentu yang keluarga inti derita. Misalnya riwayat orang tua keluarga anda ada yang terkena sakit kanker, maka sebaiknya orangtua Anda pun mempunyai proteksi atas penyakit tersebut.
  • PRIORITASKAN ASURANSI SAKIT KRITIS (Contoh : kanker, stoke, gagal ginjal, jantung, tumor ganas). Kenapa harus sakit kritis yang di utamakan ? Karena penyakit ini adalah penyakit yang PALING BANYAK MENGHABISKAN BANYAK DANA. Coba bandingkan, MAHAL MANA : pengobatan penyakit typus atau pengobatan penyakit kanker ? pengobatan penyakit DB atau oprasi jantung ? oleh karena itu saran saya PRIORITASKAN MEMPUNYAI ASURANSI SAKIT KRITIS.
  • Miliki asuransi yang BANYAK DI DERITA OLEH MAYORITAS ORANG TUA. mungkin Anda bisa mensurvey dari sekitar, cerita kerabat, googling di internet, atau fakta yang Anda lihat di sekitar, penyakit apa sih yang banyak di derita oleh orang tua, maka asuransi jenis itu lah yang sebaiknya dimiliki.
  • Miliki Asuransi YANG MEMBERIKAN DANA CASH YANG BESAR BUKAN HANYA BIAYA RAWAT DAN KAMAR. Kebanyakan dari kita mempunyai asuransi yang menjamin biaya kamar rumah sakit, biaya dokter, biaya obat obatan dalam plafon tertentu saja (Asuransi Kesehatan Baik Pemerintah Atau Swasta). Apabila melebihi dari plafon tersebut, maka kita sendiri yang akan membayar kekurangannya. Oleh karena itu memiliki asuransi yang menyediakan dana cash -tidak tergantung dari lama menginap di rumah sakit – , dalam jumlah yang besar akan sangat membantu meringankan biaya pengobatan orang tua Anda.
  • Miliki Asuransi YANG BISA MEMBIAYAI PENGOBATAN ALTERNATIF/NON MEDIS. Banyak dari kita yang selain menjalani pengobatan medis, ingin menjalani pengobatan non medis juga atau pengobatan alternatif. Namun hanya sedikit perusahaan/produk asuransi mau membayar biaya pengobatan alternatif orang tua Anda.
  • Milki Asuransi Yang BISA MEMBIAYAI ANDA HINGGA KE LUAR NEGRI. Terkadang ada pengobatan yang harus dilakukan hingga ke luar negri. Atau kita ingin memberikan pengobatan terbaik kepada orang tua kita, salah satu nya dengan berobat ke luar negri. Kebanyakan asuransi yang dimiliki masyarakat Indonesia hanya untuk pengobatan di dalam negri saja.
  • Miliki Asuransi Yang Memiliki PROGRAM ASURANSI SAKIT KRITIS YANG LENGKAP. Perusahaan asuransi memilki jumlah penyakit yang terproteksi yang berbeda beda, ada yang 34 jenis, ada 50 jenis, 49 jenis, ada yang 100 kondisi sakit kritis. Pilih yang paling lengkap, sehingga kebutuhan asuransi orang tua Anda dapat terpenuhi
  • Miliki Asuransi Yang MENG-COVER PENYAKIT KRITIS DARI STADIUM PERTAMA. Pastikan asuransi yang dipilih adalah asuransi yang mencover orang tua Anda dari stadium awal, tidak hanya mengcover apabila sudah mencapai stadium lanjut. Sehinga dalam semua kondisi, orang tua Anda sudah bis terproteksi.
  • Miliki Asuransi Yang MENG-COVER HINGGA USIA LANJUT, Ada yang mengcover penyakit hingga usia 65, 70, 85, hingga 100 tahun. Makin maksimal usia proteksi maka semakin lebih baik. Karena banyak penyakit yang datang justru di usia senja.
  • Miliki Asuransi Yang MEMBERIKAN UANG PROTEKSI DALAM JUMLAH YANG BESAR. Dengan dana yang ada, pastikan Anda mendapatkan jumlah proteksi yang maksimal. karena beda perusahaan asuransi beda pula jumlah proteksi yang diberikan.

Apabila Anda sudah mempunyai niat untuk memberikan asuransi kepada orang tua Anda, maka BERSEGERALAH, saat mereka sedang dalam kondisi sehat. Karena apabila sudah terkena sakit, kemungkinan akan lebih sulit untuk diterima, atau bahkan bisa jadi ditolak menjadi nasabah asuransi.

Semakin cepat Anda mengambil keputusan BERASURANSI SEKARANG, maka akan semakin baik. Karena semakin Bertambah Usia, Maka Premi Asuransi Akan Semakin Mahal.

Semoga orang tua kita senantiasa diberikan kesehatan

Terimakasih …Semoga Bermanfaat

Untuk Konsultasi Asuransi GRATIS, Silahkan menghubungi saya :

Endang Abdillah | Hp/Wa : +6282291824812 | Email : abdillahsailan@gmail.com | Agen Asuransi Allianz Life Indonesia | Tinggal di Sulawesi Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *