Usia Produktif ? Segera Berasuransi !

Usia produktif adalah usia ‘emas’ yang patut dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Tak hanya soal mengumpulkan pundi-pundi uang dari hasil kerjamu, tetapi juga memiliki asuransi sebagai jaminan keamananmu. Usia produktif identik dengan usia muda bergairah dan bebas melakukan apa saja dalam artian positif. Fisik yang masih prima, waktu yang masih leluasa menjadi potensi tersendiri

Di usia produktif pulalah, segala pilihan hidup akan kamu tuai di saat usia tak lagi produktif dan tak bisa melakukan banyak hal seperti halnya saat ini. Asuransi diperlukan sebagai ‘investasi’ jangka panjang. Justru di saat usiamu tak lagi produktif, atau bahkan mendekati tak produktif, ataupun ditimpa hal-hal yang tak bisa diprediksi. Kamu bisa menuai banyak manfaat dari asuransi.  

Misalnya saat kamu harus sakit yang lumayan berat dan tak terduga sebelumnya. Asuransi kesehatan akan membantumu untuk membayar biaya pengobatan yang dibutuhkan. Sehingga tabungan yang diperuntukkan untuk kebutuhan lain masih tergolong aman.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan untuk memiliki asuransi di usia produktif dan bagaimana caranya?

1. Milikilah Asuransi di Usia Sedini Mungkin

Banyak yang beranggapan untuk memiliki asuransi haruslah menunggu waktu yang tepat seperti saat cukup umur. Atau saat usia dewasa akhir. Padahal, memiliki asuransi saat usia produktif sedini mungkin akan memiliki banyak keuntungan. Seperti premi yang dibayarkan misalnya. Semakin muda usiamu, maka semakin kecil premi yang dibayarkan. Karena jumlah premi biasanya berbanding lurus dengan mudanya usia yang sering dideskripsikan dengan fisik yang sehat

2. Saat Sehat, Segeralah Mendaftar

Badan yang sehat biasanya memang banyak kamu rasakan saat usia masih muda dan masuk usia produktif. Meskipun tidak semua. Namun rata-rata, penyakit banyak datang menghinggapi seseorang dengan usia relatif tua atau usia muda yang tidak memiliki pola hidup sehat.

Maka selagi muda, milikilah pola hidup sehat dan beranikan diri untuk berasuransi selagi fisik masih prima. Itu akan banyak menghemat. Ya menghemat premi, ya menghemat waktu mulaimu.

3. Sesuaikan Pilihan Asuransi dengan Kebutuhan

Untuk memilih asuransi yang tepat, memang diperlukan beberapa pertimbangan dan juga memperhatikan detailnya. Yang masih menjadi favorit hingga saat ini tentu masih asuransi jiwa, terutama bagi yang sudah memiliki penghasilan tetap.

Hanya saja, tiga jenis asuransi, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi penyakit kritis adalah yang perlu untuk dipertimbangkan lebih dulu. Mengapa? Sebab ketiga jenis asuransi itulah yang bisa diandalkan saat kamu mengalami hal buruk yang tidak pernah terduga sebelumnya. Bukankah sedia payung sebelum hujan lebih baik untuk dilakukan?

4. Mempersiapkan Ahli Waris  

Di dalam formulir asuransi yang akan kamu isi, biasanya disediakan kolom ahli waris. Kalau kamu belum memiliki pasangan dalam ikatan resmi seperti pernikahan atau belum berumah tangga, orang tua atau saudara sekandung bisa menjadi pilihan. Jika terjadi sesuatu terhadapmu atau asuransimu, maka ahli warislah yang akan menanggungnya. Atau menerima semua nilai yang sudah kamu asuransikan. Tapi bagi yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga, pasanganlah yang lebih tepat untuk menjadi ahli waris.

Usia Produktif Adalah Kunci

Usia produktif jangan sampai membuat kamu terlena. Justru dengan banyaknya waktu dan juga kesempatan yang diberikan Tuhan, harusnya kamu bisa memanfaatkan sebaik-baiknya.

Ingat juga bahwa hidup bukan tentang hari ini, tapi juga nanti. Berkreasi dan berinovasi tentu boleh saja asal tetap dengan dampak positif. Yang terpenting juga, jika aktivitas tersebut mendatangkan keuntungan secara profit, jangan lupa untuk memiliki asuransi sebagai perlindungan diri.

Memberi reward untuk diri sendiri dan keluarga tercinta juga perlu dilakukan selagi kita mampu untuk berusaha dan mewujudkannya.

Sumber berita : Cermati.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *